Lukisan “TUTUP MATA TELINGA DAN MULUT” (Aan Arif Rahmanto)

TUTUP MATA TELINGA DAN MULUT - Aan Arif Rahmanto
0 3.532
Lukisan TUTUP MATA TELINGA DAN MULUT merupakan salah satu tema karya perupa seni lukis Indonesia, Aan Arif Rahmanto.
TUTUP MATA TELINGA DAN MULUT – Aan Arif Rahmanto
  • Pelukis : Aan Arif Rahmanto
  • Judul : “TUTUP MATA TELINGA DAN MULUT”
  • Tahun : 2012
  • Media : Oil On Canvas
  • Ukuran : 200 cm x 150 cm

Deskripsi Lukisan TUTUP MATA TELINGA DAN MULUT

Lukisan ini merupakan lukisan realisme, dengan gaya ekspresionism, impressionisme kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak diatas kanvas.

Lukisan ini menggambarkan

  • Orang pertama menutup matanya dengan kedua telapak tangan, yang diartikan sebagai: “janganlah melihat yang tidak baik”
  • Orang kedua menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan, yang diartikan sebagai: “janganlah berbicara yang tidak baik”
  • Orang ketiga menutup telinganya dengan kedua telapak tangan, yang diartikan sebagai: “janganlah mendengar yang tidak baik”.

Maksud dari lukisan ini adalah agar kita bijaksana dalam melihat, berbicara dan mendengar segala hal dalam hidup kita:

  • Janganlah kita melihat, memaksakan diri melihat sesuatu yang tidak baik untuk diri kita sendiri, untuk masyarakat ataupun negara.
  • janganlah berbicara yang tidak baik, apalagi mengeluarkan perkataan yang tidak senonoh ataupun marah-marah, memaki-maki orang lain, dan tentu juga
  • jangan sampai mendengarkan pembicaraan yang tidak baik.

Makna Lukisan

Teknik Impasito

Pada karya-karya Aan Arif Rahmanto, Ilusi optik blur-nya menjadi sensasi artistik. Beberapa bagian pada bidang lukisannya yang dibiarkan utuh dengan teknik impasto untuk meninggalkan jejak kerja kreatifnya yang sesungguhnya dibangun mendasari gagasan utamanya.

Kondisi acrylic masih masah atau setengah kering kemudian dengan menggunakan scrap atau sejenisnya untuk menekan dengan menarik –menyeret sekali jadi- melalui gerakan dinamis untuk membangun citra gerak yang dimunculkan pada ujung papan scrap.

Setelah proses tersebut selesai, mulai dengan retouch beberapa bagian sebagai upaya memunculkan detail dan sebagainya.  Kecermatanya atas keputusan teknik ini sangat menarik untuk menggeser teknik fotografis yang seringkali diacu seniman lainnya dan ini menjadi suatu tempuhan teknik yang spesifik.

Model Karya Lukisan

Loneliness in Crowd, paling tidak sebagai representasi model karya-karya mutakhirnya yang mengambil subject matter kesibukan manusia kosmopolitan dengan kwalitas jejaring dan pencitraan aktivitas tinggi yang memunculkan resistensi -humanistik- terhadap problem komunikasi.  Figur-figur yang sibuk sendiri dengan obsesi-obsesi masa depannya, kernyitan dahi penuh ambisi, sibuk dengan pencitraan, fashion yang mengemuka dan tatapan tak terkoneksi dengan manusia lainnya.

Yang kita jumpai individu-individu lonely dalam ruang hubungan sosial yang crowded.  Ini sejumlah fakta globalisasi yang menggiring manusia pada situasi serba tak terkendali untuk fokus pada perayaan kebebasan dan penjumputan nilai-nilai universalitas tanpa merujuk pada kesadaran nilai lokalitas.

Ini sebagai sikap kritis terhadap fenomena globalisasi dan menurunnya kesadaran humanistik atas nilai lokal yang mengungkan hubungan kemanusiaan.

Sensasi optik dalam frame

Sensasi optis yang membangun persepsi penginderaan kita atas objek-objek memaksa imajinasi kita untuk merasakan bergeraknya figur dalam frame.  Frame yang menyediakan ruang-ruang asumsi dan memproduksi berbagai interpretasi atas segala sesuatu yang bergerak.  Ruang yang berada di dalam frame berikut representasi objeknya seolah sedang menegaskan adanya sistem ruang eksklusif, dinamis, atraktif, bergeser dan bergetar.  Ia seolah bergerak ingin keluar dari frame ke ruang-ruang statis dan lengang untuk menikmati situasi ruang yang berbeda. Lompat dari pencitraan ruang-ruang simulasi cyberspace, melepaskan kepanikan ruang atas diri individu-individu kesepian.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://indoartnow.com/ https://indoartnow.com/uploads/artwork/image/8832/artwork-1398924987.jpg http://rusnotosusanto.com/2017/04/03/lokalitas-dan-universalitas-konstruksi-personalitas-lokalitas-hibriditas-dan-spirit-universalitas/
Comments
Loading...