Lukisan “Under My Umbrella (BK – Syuga Series #3)” Karya Ronald Manullang

Under My Umbrella (BK - Syuga Series #3) - Ronald Manullang
0 2.217

Lukisan “Under My Umbrella (BK – Syuga Series #3)” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Ronald Manullang.

Under My Umbrella (BK – Syuga Series #3) – Ronald Manullang
  • Pelukis : Ronald Manullang
  • Judul : “Under My Umbrella (BK – Syuga Series #3)”
  • Tahun : 2013
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 180 cm x 200 cm

Deskripsi Lukisan “Under My Umbrella (BK – Syuga Series #3)”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya kontemporer, realisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Lukisan ini menggambarkan figur Soekarno dengan pakaian serba hitam dan memegang buku duduk di sebelah wanita yang berdiri telanjang memegang payung.

Kepiawaian Ronald dalam melukis realis dan pengalaman panjang sebagai ilustrator sepertinya tidak dapat mentransfer ide sosial politik yang dicoba dimainkan Manullang pada karya-karyanya.

Manullang masih terjebak dalam pencarian estetik dan dramatisi visual yang sangat jelas tergambar dalam lukisannya. Hampir semua lukisannya mencoba untuk mendramatisi dalam bingkai lukisan seperti sebuah pertunjukan teater.

Perjalanan Karier

Ronald Manullang (lahir di Tarutung, 25 Februari 1954) adalah seorang seniman idealis yang berkarya terutama pada jenis seni kontemporer. Ia merupakan salah satu penggerak kelompok Kepribadian Apa (PiPa) era 1970-1980-an, yang memperjuangkan seni kontemporer.

Ketika masih mahasiswa, Ronald pernah mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya: Affandi Prize (1976) dan Creativity Art Award, Illustration USA (1990).

Makna Ketelanjangan

Bagi pelukis Ronald Manullang, ketelanjangan Dewi Soekarno dalam karya lukisannya yang berjudul ‘Under My Umbrella‘ adalah sebuah karya artistik. Manullang pun membuat setidaknya lima lukisan Dewi Soekarno dalam keadaan tanpa busana tengah berada di dekat Bung Karno.

Ronald memiliki alasan sendiri terhadap Dewi yang dia bayangkan sebagai malaikat penuntun itu dilukis tanpa busana. Menurutnya, ketelanjangan itu ia lihat dari artistik. Jika seandainya ada malaikat di depan atau belakang kita, sementara kita dalam bahaya, kita akan merasa dilindungi.

Kini di Indonesia, lukisan tersebut tengah menjadi bahan perbincangan. Ronald menyayangkan jika yang diperbincangkan adalah soal kontroversi gambar telanjang. Sebab, karyanya tersebut dibuat dengan dasar seni, tanpa ada maksud lain.

Ronald menceritakan bahwa perlu proses yang cukup panjang hingga kemudian muncul inspirasi lukisan Soekarno dan Dewi Soekarno tanpa balutan busana. Semua bermula saat dia ingin membuat sebuah karya lukisan dengan objek Soekarno yang berbeda dari kebanyakan alias ‘out of the box‘.

Inspirasi itu muncul saat Ronald tengah mendatangi Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Tepatnya saat dia berdiri di samping adegan Bung Karno dan sejumlah tokoh menandatangani naskah Proklamasi.

“Waktu di museum, saya melihat beberapa kali yang istimewa dari Soekarno. Terbersit Soekarnoini kalau orang bilang punya ‘malaikat penuntun’ atau guardian angel. Semua orang punya malaikat penuntun,” tutur Ronald.

“Malaikatnya tidak kelihatan. Karena tidak kelihatan, makanya tidak perlu baju. Orang lahir juga kan telanjang. Jadi nude atau ketelanjangan itu kemurnian,” tambah Ronald.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://indoartnow.com/ https://indoartnow.com/artists/ronald-manullang https://m.detik.com/news/berita/d-3446562/ronald-si-pelukis-under-my-umbrella-ketelanjangan-itu-artistik
Comments
Loading...