Lukisan “Untitled 3” (Eddie Hara)

Untitled 3 - Eddie Hara
0 4.931

Lukisan Untitled 3 merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Eddie Hara.

Untitled 3 – Eddie Hara
  • Pelukis : Eddie Hara
  • Judul : “Untitled 3”
  • Tahun : 2011
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : 50 cm x 40 cm

Deskripsi Lukisan Untitled 3

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan cat akrilik di atas kanvas.

Makna Lukisan

Eddie Hara menghadirkan tokoh imajinatif komik dalam lukisannya. Teknik penggambaran ini dalam seni rupa kontemporer sering disebut dengan Lowbrow. Ia bisa berkarya di mana saja dalam bentuk apa saja.

Karyanya hadir dalam semangat liar yang pop, dengan menampilkan dimensi kedataran dan bagian demi bagian cerah-kontras meniadakan satu titik fokus utama atau satu pokok bercerita. Menghadapinya, kita digugah untuk membedah keriuhan familiaritas di antara unsur gambar anak, citra figuratif komik, atau juga seni jalanan.

Makna hewan-hewan itu adalah untuk memberikan unsur keprimitifan namun dengan taste kontemporer.

Pilihan pada gaya street art, graffiti, komik, mengacu pada kehidupan sub kultur yang berbicara tentang suara kebebasan, suara urban, kehidupan kota, budaya pop, kisah anak muda yang mencari identitas diri, tidak secara serta merta ia pilih. Gaya lukisan ini memang membuat banyak orang mengira bahwa ia memang masih muda – selain mengingatkan bahwa dorongan kebebasan itu tidak lepas dari dirinya.

Karya Eddie Hara bisa jadi hadir sebagai semacam counternarrative atas kedataran arus utama seni rupa sendiri di tengah paparan budaya populer global—menjadi sikap perlawanan dan identifikasi dengan bersifat berbatas selagi juga tidak tertata.

Tema Karya Lukisan
Tahun 1980 -an

Karyanya terkesan cukup riang dan lucu pada awal karirnya, dia banyak melukis binatang, manusia, dan bentuk-bentuk metamorfosis rupa alam bahagia dan dunia yang penuh senyum “Sweet Happy Painting”.

Tahun 1990 -an

Ia mulai melukis sisi gelap mayapada yang terkesan sanatic, sinis, bengis, marah, dan ironis. Dia terinspirasi dari ironi kehidupan manusia, hubungan manusia dengan sesama (ras, politik, sosial, agama, budaya), lingkungan, dan Tuhan.

Tahun 2000 -an

Periode ini adalah perubahan dalam karya Eddie, dia tidak lagi memenuhi sebidang karya dengan satu objek, melainkan membelah bidang-bidang. Sosok yang muncul di lukisannya juga berubah dan menuangkan nuansa komik di beberapa lukisannya, seperti Mickey Mouse atau Batman.

karya itu bukanlah sebuah cerita tentang kekejaman – meski diinspirasikan oleh kritik sosial mengenai kekerasan yang bisa dilakukan oleh anak atau remaja- melainkan sesuatu yang lucu, atau bahkan memaksa kita untuk tertawa. Menertawakan diri sendiri. Self irony. Berbagai persoalan seperti itulah yang selalu mengganggu “kehidupan” Eddie Hara, menjadikan karya-karyanya tak henti digemari pasar.

Mempelajari dan mengenali karya-karyanya seolah mengenangkan kembali teori dunia nyata dan dunia mimpi yang pernah dibawa oleh Sigmund Freud. Psikoanalis itu menyatakan bahwa mimpi adalah pesan alam bawah sadar yang mencakup keinginan, ketakutan, aktivitas emosi, yang dapat mengungkapkan berbagai ketakutan, kekawatiran, dan kemarahan yang tidak disadari karena adanya represi.

Di dalam kanvas, semua hal itu tertuang. Ada gejolak untuk membebaskan diri, seolah banyak hal yang belum selesai pada dirinya. Keberuntungan sebagai seniman memberikan tempat untuk me-nyata-kan mimpi-mimpi dan kegelisahannya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Indoartnow.com https://indoartnow.com/uploads/artwork/image/5120/artwork-1398923306.jpg http://bulletproofcurator.blogspot.co.id/2012/05/?m=1
Comments
Loading...