Lukisan “Untitled” Karya Citra Sasmita #4

Untitled - Citra Sasmita #4
0 1.318

Lukisan “Untitled” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Citra Sasmita.

Untitled – Citra Sasmita #4
  • Pelukis : Citra Sasmita
  • Judul : “Untitled”
  • Tahun : –
  • Media : –
  • Ukuran : –

Deskripsi Lukisan “Genealogy of Science”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya surealisme. Dalam karya-karya Citra, kita dapat melihat bagaimana penjelajahan terhadap tubuh perempuan itu dilakukan melalui luka-luka yang dialami oleh mereka. Penderitaan perempuan dihadirkan sebagai sesuatu yang indah, sekaligus menjadi jalan untuk masuk dan menemui bagaimana benturan antara tubuh dan nilai sosial itu terjadi pada diri perempuan secara utuh.

Latar Belakang

Citra sasmita lahir di Tabanan tahun 1990, mengenal dunia seni sejak kecil melalui buku dan komik bacaannya. Hobi membaca kemudian mengarahkan minatnya untuk mulai menulis puisi, cerita pendek, dan juga melukis figur-figur dalam imajinasinya. Perjalanan karir seninya bermula saat dipercaya menjadi ilustrator cerita pendek di media massa lokal bali post. Meskipun tidak pernah menempuh pendidikan seni secara formal.

Memiliki latar belakang pendidikan di bidang humaniora dan sains, Citra pernah kuliah di dua jurusan berbeda, sastra inggris dan fisika. Dua bidang ilmu itulah yang banyak berpengaruh pada proses kekaryaannya. Ilmu sastra memberinya kemampuan untuk melihat fenomena sosial dan membayangkan posisi idealnya, sedangkan ilmu sains membentuk cara pikirnya dalam melihat berbagai fenomena itu secara rasional. Semua itu dipadukan dalam karya-karyanya yang berupa lukisan dan instalasi berbahan logam.

Konsep Lukisan

Tubuh perempuan tidak hadir dengan sendirinya, melainkan kerap dihubungkan dengan nilai-nilai yang berasal dari luar dirinya. Seperti nilai sosial, ekonomi, dan politik yang semuanya dibentuk oleh konvensi masyarakat dengan berbagai kepentingannya. Seringkali, kepentingan-kepentingan tersebut menjadi bias ketika terhubung dengan budaya patriarkis. Hal itu yang justru menekan posisi perempuan di ranah tersebut. Sehingga perempuan tidak bisa berdiri secara mandiri dengan nilai-nilai yang dikehendaki ada dalam dirinya. Tetapi justru terpaksa menerima nilai-nilai yang dilekatkan pada tubuhnya dengan berbagai konsekuensi yang ditanggungnya. Lingkaran sosial semestinya menempatkan diri perempuan secara adil dan sesuai dengan kodrat penciptaannya, yaitu pada fungsi maternal dimana perempuan dapat menentukan berbagai aspek yang menopang identifikasi atas dirinya.

Namun sayangnya, yang terjadi justru identifikasi atas perempuan tersebut dipersempit hanya pada fungsi reproduksi semata. Sehingga di dalam lingkup sosial membuat posisinya menjadi minor di hadapan kultur yang dibentuk secara patriarkis. Padahal, tubuh perempuan memiliki potensi untuk membangun definisi yang paling tepat atas dirinya sendiri. Tanpa harus dipaksakan melekat pada pada nilai-nilai yang dibentuk masyarakat. Kebebasan perempuan untuk memberi tafsir atas dirinya sendiri tidaklah membuatnya lepas secara total dari lingkup sosial keberadaannya, melainkan justru membuatnya mampu menempatkan diri sebagai bagian darinya.

Mengembalikan Tubuh Perempuan Pada Fungsi Kordat

Dengan nilai yang dipilih, atau bahkan dibentuknya sendiri, perempuan bisa semakin memahami apa saja yang ada di dalam tubuhnya dan bagaimana memfungsikannya secara tepat. Realitas sosial hari ini, telah menempatkan diri perempuan pada posisi sekunder, sehingga ketika mereka berupaya untuk membebaskan diri dari nilai-nilai yang membelenggunya tersebut, kerap dianggap sebagai pemberontakan dan menimbulkan gesekan sosial.

Nilai dan aturan sosial yang telah berlangsung sekian lama, membuat perempuan kesulitan untuk berhadapan dengannya dan menawarkan nilai-nilai baru atas dirinya. Situasi ini termanifestasi melalui sejumlah luka sosial yang ditanggung oleh tubuh perempuan, seperti stigma yang melekat atas tubuh, beban moril atas setiap perilakunya, termasuk derita fisik yang juga harus dialaminya dari lingkungan di sekitarnya. Mengembalikan tubuh perempuan pada fungsi kodratnya menjadi jalan untuk membebaskan mereka dari belenggu nilai yang menjerat dan menghimpitnya dalam putaran arus masyarakat. 

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://senidibali.weebly.com https://senidibali.weebly.com/featured-events/menjelajah-tubuh-perempuan-bersama-citra-sasmita http://citrasasmita.com/about.html
Comments
Loading...