Lukisan “Untitled” Karya Emiria Sunassa #1

Untitled - Emiria Sunassa #1
0 1.226

Lukisan “Untitled” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Emiria Sunassa.

Untitled – Emiria Sunassa #1
  • Pelukis : Emiria Sunassa
  • Judul : “Untitled”
  • Tahun : 1933
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : mm x mm x mm

Deskripsi Lukisan “Untitled”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, ekspresionisme, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas.

Latar Belakang

Emiria Soenassa adalah pelukis perempuan yang lahir di Tanahwangko, TidoreSulawesi Utara. Ia baru mengawali karier seninya pada usia 46 tahun. Selama berkarier di bidang seni ia menggunakan nama Emiria Sunassa Wama‟na Poetri Al-Alam Mahkota Tidore sebagaimana tercatat dalam buku Orang Indonesia Terkemoeka di Djawa terbitan Goenseikanbu tahun 1944.

Emiria belajar melukis secara otodidak seperti kebanyakan pelukis pada masanya, dan diketahui pernah belajar di Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi). Di masa penjajahan Jepang, Emiria merupakan anggota bagian seni pusat kebudayaan Jepang, Keimin Bunko Shidoso. 

Karakteristik Karya

Karya-karyanya bergaya naif. Cenderung primitif. Ia melukis objek dengan bebas tanpa beban norma-norma seni lukis saat itu. Ia melukis spontan menggunakan kuas dan goresan besar. Ia juga jarang mengolah warna menjadi sekunder maupun tersier.

Oleh banyak kalangan Emiria dianggap menghasilkan karya feminis awal karena sering menampilkan perempuan yang bersumber pada cerita-cerita pribumi, sosok-sosok puak, dan model dari kalangan jelata.

Catatan Kritikus

Kritikus seni Sanento Yuliman, dalam buku Dua Seni Rupa, menyebutkan bahwa pada akhir April 1943, Emiria memamerkan sejumlah lukisan dengan objek lukisan berupa patung masyarakat suku Indonesia dalam sebuah pameran di Jakarta. Menurut Sanento, karya Emiria merupakan salah satu ciri karya seni lukis yang menampilkan keindonesiaan melalui penggambaran artefak masyarakat suku di Indonesia.

Menurut Soh Lian Tjie, yang mengunjungi Emiria Sunassa pada 1953, jiwanya yang bebas-keras terlihat dalam lukisan-lukisannya. Ia melukis sebagaimana ia melihat objeknya, menurut kesan yang ia dapatkan, tak peduli aturan tentang anatomi atau keinginan pembeli. Ia memilih warna-warna yang luar biasa. Ia melukis objek-objek yang pernah ia kunjungi. Tak heran jika ia menonjolkan unsur etnik. Ada lukisan penari Bali, hutan di Papua, pemukul sagu di Maluku. 

Jejak Emiria Sunassa kemudian lenyap pada 1960-an, meninggalkan tanya bagi banyak orang. Menurut arsip www.nationaalarchief.nl, pada 1960 ia mengajukan permohonan visa ke Nederlands Nieuw-Guinea, nama Papua Barat kala itu, dengan menyebut diri “Ratu dari Nederlands Nieuw-Guinea”. Tak jelas untuk apa. Papua Barat, yang sejak abad ke-18 dianggap bagian dari Kesultanan Tidore, hingga masa itu masih menjadi wilayah yang disengketakan antara pemerintah Indonesia dan Belanda. Emiria Sunassa meninggal di Lampung pada 7 April 1964.

Penulisan sejarah seni rupa mulai memberi apresiasi terhadap perupa perempuan Indonesia yang terus tumbuh -dan Emiria Sunassa-lah yang telah meletakkan pijakannya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/emiria-soenassa https://id.m.wikipedia.org/wiki/Emiria_Soenassa
Comments
Loading...