Lukisan “Untitled – Limited Edition 1 Of 1” (Dwijoko Harianto)

Untitled - Limited Edition 1 Of 1 - Dwijoko Harianto
0 2.450

Lukisan Untitled – Limited Edition 1 Of 1 merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Dwijoko Harianto.

Untitled – Limited Edition 1 Of 1 – Dwijoko Harianto
  • Pelukis : Dwijoko Harianto
  • Judul : “ Untitled – Limited Edition 1 Of 1”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic on Canvas
  • Ukuran : 28.7 H x 16.9 W x 0 in

Deskripsi Lukisan Untitled – Limited Edition 1 Of 1

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya figuratif, pop art. Dengan teknik melukis menggunakan akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis mencoba menggambarkan imajinasinya tentang representasi berita politik dengan retorika yang membosankan.

Makna Lukisan

Pasca runtuhnya rezim otoriter kemudian memasuki babak transisi-konsolidasi demokrasi menjadi petanda bahwa banyak kekuatan ekonomi yang muncul. Salah satunya adalah kepemilikan media yang semakin bervariasi,  hadirnya media massa di tengah kebutuhan masyarakat akan informasi memiliki peran penting dalam proses penciptaan ruang publik.

Esensi dari ruang publik adalah terciptanya perdebatan-dewasa “diskursus” yang kian matang. Di mana media mampu memberikan saluran dan menciptakan kesadaran kritis warganya. Namun menjadi kendala ketika media dijadikan sebagai alat politik kaum elit-pengusaha untuk kepentingan bisnis dan politik. Media keluar dari “ruang publik” ke “ruang privat”, bahwa media kerapkali menyalurkan kepentingan pemilik dibandingkan kepentingan publik. Kepentingan publik terpinggirkan dengan adanya kepentingan privat si-pemilik media.

Pendek kata, bahwa pemerintah masih ingin mendominasi untuk mendapatkan keuntungan dari kelompok-kelompok kapitalis besar dan mapan serta mengembangbiakkan kepentingan dan mengonsentrasikan kepemilikan di industri dengan membajak kebijakan berorientasi pasar, serta memanfaatkan jalur hukum untuk memajukan kepentingan masing-masing.

Sebagai penutup bisnis media semakin penting dan sebagai alat politik dalam kancah demokrasi indonesia. Bagaimana pengusaha dan pemerintah bahu-membahu menguasai industri media dengan menggunakan frekuensi milik publik untuk mengeksploitasi masyarakat sebagai komoditas. Dengan begitu, masyarakat harus mendorong peran KPI dalam menciptakan “kedaulatan frekuensi” untuk kepentingan publik.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Printmaking-untitle-Limited-Edition-1-of-1/1048518/4058478/view https://maulanadirga.weebly.com/kumpulan-tulisan.html
Comments
Loading...