Lukisan “Water” (Rinaldi Syam)

Water - Rinaldi Syam
0 1.593

Lukisan Water merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Rinaldi Syam.

Water – Rinaldi Syam
  • Pelukis : Rinaldi Syam
  • Judul : “Water”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : 110.2 H x 70.9 W x 2.4 in

Deskripsi Lukisan Water

Lukisan ini merupakan lukisan religius dengan gaya realisme. Dengan teknik melukis menggunakan akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan tentang wadah air untuk mencuci muka saat seorang Muslim mengambil wudhu sebelum sholat. Alat ini digunakan sebelum zaman modern.

Makna Lukisan

Sebagaimana yang telah diketahui oleh setiap umat muslim di dunia ini, bahwasanya prosesi mengambil air wudhu atau mensucikan diri sebelum melaksanakan ibadah shalat adalah wajib hukumnya. Sangat dianjurkan untuk melakukannya di air yang mengalir, terutama jika tidak tersedia pasokan air tak mengalir sejumlah 2 kullah alias sekitar 216 liter.

Tentu saja untuk hitungan rumah tangga, air sebanyak itu tidak mungkin kita sediakan, sementara mengambil wudhu dengan menggayung air pun rasanya masih kurang nyaman. Beruntung jika kita punya rumah lengkap dengan fasilitas air keran yang sedia setiap saat. Tapi jika tidak, ini harus disiasati.

Zaman dahulu, orang sering menggunakan wadah kendi tanah liat atau padasan yang ditaruh dekat sumur khusus sebagai tempat berwudhu.

Padasan merupakan tempayan atau gentong yg diberi lubang pancuran dan biasa digunakan sebagai tempat air wudhu pada jaman dulu. Istilah Padasan ini tidak hanya di Betawi, di beberapa daerah di luar Betawi pun memakai istilah ini.

Biasanya padasan ini di letakkan di luar rumah, bisa di depan atau di belakang rumah. Selain fungsinya untuk mengambil air wudhu, padasan ini berfungsi juga untuk mencuci tangan atau kaki sebelum masuk ke dalam rumah. Dan padasan ini selalu terisi penuh airnya, kadang untuk menghukum anak yang nakal bisa dengan cara mengisi penuh air padasan ini.

Padasan yang digunakan sebagai tempat wudhu tentu bukanlah hal asing namun mulai jarang di jumpai oleh generasi yang lahir di tahun Sembilan puluhan kebawah. Gentong yang selalu khas dengan banyaknya lumut yang menempel pada bagian bokongnya ini seakan menjadi sarana wajib untuk bersuci bagi tiap Surau atau Mushola di desa-desa.

Padasan sendiri sebenarnya hanya sebuah gentong tanah liat biasa, sama dengan gentong-gentong lain yang sering di manfaatkan untuk tempat air ataupun menyimpan hasil panen pada kala itu. Hanya saja gentong untuk padasan ini telah di modifikasi sedemikan rupa sehingga menjadi alat yang dapat memancurkan air untuk berwudhu.

Cara memodifikasi gentong untuk padasan ini bisa di bilang sangat simpel dan sederhana, cukup dengan membuat lubang kecil pada bagian bawah padasan lalu menambahkan sambungan selang pendek atau ujung botol bekas yang kemudian di lekatkan dengan semen atau tanah liat. Sedangkan untuk penutupnya padasan sering kali menggunakan sisa alas sandal jepit, kayu, atau sepet ( Kulit kelapa) yang dibentuk kerucut. Sayangnya pada alat penutup ini sering kali menimbulkan kebocoran kecil yang menyebabkan air pada padasan berkurang pada setiap jamnya.

Dari lumut yang menempel dan juga kebocoran kecil inilah kadang kita bisa melihat seberapa lama padasan ini di gunakan. Tetesan air yang terus menerus keluar dari padasan biasanya akan membentuk cekungan atau lobang pada batu yang berada di bawahnya. Dari peristiwa tetesan air padasan inilah kita juga belajar tentang sebuah filosofi kehidupan.

Sebuah filosofi yang mengajarkan pada kita tentang pentinya arti sabar dan juga menyampaikan kebaikan pada sesama. Bahwa batu sekeras apapun jika di tetesi air setiap hari maka akan berlubang juga. Sekeras apapun hati jika terus di nasehati dengan hal baik serta tutur kata yang lembut maka akan melunak juga.

Itulah sekilas tentang tempa wudhu tradisional zaman dulu yang menjadi inspirasi dalam lukisan ini.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-Water/350205/1594874/view http://cukil-ingatan.blogspot.co.id/2015/10/membuat-sendiri-pancuran-air-wudhu.html?m=1
Comments
Loading...