Lukisan “Woman from Weltevreden, Batavia” (Rudolf Bonnet)

Woman from Weltevreden, Batavia - Rudolf Bonnet
0 6.621

Lukisan Woman from Weltevreden, Batavia merupakan salah satu tema karya perupa seni lukis Indonesia, Rudolf Bonnet.

Woman from Weltevreden, Batavia – Rudolf Bonnet

  • Pelukis : Rudolf Bonnet
  • Judul : “Woman from Weltevreden, Batavia”
  • Tahun :
  • Media : Crayon and Pencil On Paper
  • Ukuran : 28.5 cm x 27 cm

Deskripsi Lukisan Woman from Weltevreden, Batavia

Lukisan ini merupakan lukisan realisme, naturalisme dengan gaya mooi indie. Dengan teknik melukis menggunakan bahan krayon dan pensil di atas kertas.

Lukisan ini menggambarkan potret diri seorang wanita dari Weltevreden, Batavia.

Weltevreden (bahasa Belanda yang berarti dalam suasana tenang dan puas) adalah daerah tempat tinggal utama orang-orang Eropa di pinggiran BataviaHindia Belandayang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari Batavia lama ke arah selatan. Letaknya kini di sekitar Sawah Besar, Jakarta Pusat yang membentang dari RSPAD Gatot Subroto hingga Museum Gajah. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), nama Weltevreden merujuk kepada hampir seluruh daerah Jakarta Pusat sekarang. (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Weltevreden).

Makna Lukisan

Karakter Lukisan

Bonnet adalah peletak dasar lukisan modern di Bali.

Gambar dan lukisan Bonnet selalu bersifat kiasan dengan wajah-wajah yang sering terlihat “memanjang”, menunjukkan pengaruh klasik yang kuat dan keinginannya untuk mengungkapkan kecantikan Indonesia dalam karya-karya lukisnya.

Hal ini merupakan pengaruh gaya lukisan renaisans (terlahir kembali budaya klasik Yunani/Romawi kuno) yang begitu kental dan menunjukkan sisi keindahan visual terutama wajah orang Bali. Misalnya, ada lukisan pastel Brahmana dari Sambahan, atau Potret Diri, R. Bonnet.

Tema Lukisan

Tema lukisan yang paling sering dituangkannya adalah seri potret kehidupan orang Bali. Salah satunya “Seorang Pengarit” sedang duduk. Lukisan dari krayon di atas kertas, menunjukkan kemahiran Bonnet mendramatisir figur. Jelas sekali kemampuan teknik menggambar realisnya yang brilian, tertuang sangat apik, sehingga terbaca karakter asli sang pengarit.

Tak mengherankan jika R. Bonnet sangat berhasil memainkan peran sejarah senirupa moderen di Bali, terutama antara tahun 1930-1940an. Sebagai orang yang pernah berkiprah di Bali, pada tahun 1997 dia diberi penghargaan Dharma Kusuma dan Satya Lencana Kebudayaan pada tahun 1980.

Koleksi Bung Karno

Lukisannya juga pernah dikoleksi oleh Soekarno berjudul “Panen Raya” kini terpajang di Istana Bogor. Gambar dan lukisan yang tercipta terutama di Bali banyak dikoleksi oleh museum dan kolektor.

Keistimewaan Lukisan Bonnet

Keistimewaan gambar dan lukisan Bonnet terletak pada kiasan wajah yang sering memanjang (tirus).

Ini membuktikan, kilas wajah tirus orang Bali bisa jadi aset dalam sejarah senirupa di Bali khususnya dan umumnya nusantara ini.

Menelusuri kilas wajah-wajah tirus orang Bali, karya lukisan pastel Bonnet semakin tuntas jika dilihat dari mahakarya lainnya seperti Joget atau Penari bali Sedang Berhias.

Media lukisan

Lukisan yang dibuat Bonnet, umumnya menggunakan medium pastel dan charcoal (kapur arang).

Karakter lukisan R. Bonnet dominan naturalis dengan tekstur lembut memakai pastel atau krayon. Medium ini memang berbasis arang campur minyak sehingga mudah melekat ketika digoreskan ke atas kertas atau karton.

Selain lunak, medium pastel dan krayon warnanya hampir mirip dengan kulit orang Bali yang sawo matang. Ini sangat disukai Bonnet saat memakainya, sehingga figur-figur wajah itu tampak lebih natural dan eksotik.

Pastel minyak yang digunakan Bonnet punya daya pikat tersendiri. Misalnya pada saat penari memakai mahkota dalam lukisan pastel Potret Penari Bali.

Efek cahaya

Dia mahir mendramatisir efek cahaya utama lewat figur wajah sedikit ditonjolkan pada bagian tertentu seperti gestur rambut, pakaian dan otot-ototnya.

Efek cahaya lukisan pastel Bonnet di atas kertas memang unik, terkadang warna gelap dicampur warna cerah. Lukisan Two Farmer Resting atau Seorang Pengarit dan Panen Raya misalnya, tubuh dijadikan pusat sentral efek pencahayaan utama. Penguasaan media selain pastel juga sangat mengagumkan, terangkum lewat karya Potret Anak Penari Bali memakai pastel dan Keluarga Italia tempera di atas kain.

Penghormatan terhadap karya Bonnet

Johan Rudolf Bonnet, seorang maestro lukisan pastel yang terusir dari Bali, tetapi jasadnya di prabukan oleh masyarakat Bali. Suatu bentuk penghormatan kepada sosok seniman serba bisa ini, melalui upacara Ngaben. Suatu prosesi pemakaman yang dilakukan dengan ritual tradisi leluhur di pulau Dewata.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://www.invaluable.com/ https://www.invaluable.com/auction-lot/rudolf-bonnet-1895-1978-two-studies-both-cray-94-c-8bc4eccaa8 http://harian.analisadaily.com/mobile/seni/news/kilas-wajah-tirus/184450/2015/11/01
Comments
Loading...