Lukisan “Wrong Egg” (Antoe Budiono)

Wrong Egg - Antoe Budiono
0 1.393

Lukisan Wrong Egg merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Antoe Budiono.

Wrong Egg – Antoe Budiono
  • Pelukis : Antoe Budiono
  • Judul : “Wrong Egg”
  • Tahun : 2015
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : 120 cm x 150 cm

Deskripsi Lukisan Wrong Egg

Lukisan ini merupakan lukisan hyper realis. Dengan teknik melukis menggunakan cat akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini pelukis menggambarkan tentang objek manusia berkepala plontos dengan induk ayam di atas kepalanya.

Makna Lukisan Secara Global

Lukisan Antoe, yang disebut oleh komunitas seni, sebagai hiper realis, telah berkibar di berbagai negara. Mulai dari Amerika Serikat, Belgia, Hongkong, Korea Selatan, Singapura hingga Malaysia.

Dia juga sudah menghasilkan ratusan karya sejak berkarir di dunia seni lukis. Saat ini, lukisan karyanya yang dipajang oleh galeri tempatnya bernaung, adalah produk kreatif eksklusif dengan harga mahal.

Sederet karyanya, telah dipamerkan di berbagai eksebisi. Dia telah menggelar pameran tunggal berjudul Hyperrealism : The Art of Perfection yang dihelat di Bazaar Art Jakarta pada 26-30 Juli 20178. Antoe sudah menyukai seni lukis sejak sekolah.

Dia mulai menemukan kecintaannya terhadap seni lukis ketika melihat guru seninya di SMA Arjuna, Sudibyo Adi Wahyono melukis di depan kelas. Menurut Antoe, Sudibyo yang pernah mengajar di SMKN Tumpang sebelum pensiun, adalah inspirasi awalnya menekuni profesi seniman lukis.

Sejak awal, ia sudah fokus ke gaya realis. Karena, itu adalah gaya yang paling basic, paling dasar dan pondasinya harus kuat. ia memang merasa teknik realis dalam melukis adalah dasar dari semua karya lukis. Menurutnya terlebih dahulu ia harus kuat di realis, baru bisa bicara gaya lain.

Proses Penciptaan Karya

Pada tahun 1990-an, Antoe sudah mulai berani menunjukkan karyanya di hadapan umum. Selama kurang lebih 10 tahun, dia berupaya keras bertahan dalam berkesenian, walaupun akhirnya sempat tumbang tahun 2000. Antoe yang sempat merasa seni lukis tak bisa mencukupi kebutuhannya, mengambil pekerjaan sambilan lain. Antoe bersyukur saat ini karyanya sudah mendapat banyak apresiasi.

Setelah vakum, dia bertemu dengan Rul Aswar, pecinta seni yang menyemangatinya untuk terus berkarya. Berbagai karya Antoe dibeli oleh Rul Aswar. Sehingga, bapak dari Lisa dan Anissa itu bersemangat untuk melukis. Tahun 2007, dia menjadi artisan dari seniman lukis asal Tongan, Dadang Rukmana selama 3 tahun sebelum berhenti. Tahun 2012, dia direkrut Rul Aswar untuk menjadi seniman lukis di bawah manajemen galeri .

Namun, pada tahun 2013, Antoe memilih bergabung dengan Art Xchange Gallery Singapura dan mulai merasakan angin segar dalam karir lukisnya sampai sekarang. Dalam berproses seni, Antoe membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk menyelesaikan satu lukisan. Menurutnya, teknis melukis realis dengan akrilik tidak terlalu banyak mendapat kendala.

Sebaliknya, proses kreatif, untuk menghasilkan konsep dan menggodok ide, membutuhkan waktu dan inspirasi. Terkadang idenya muncul ketika ia sedang bercanda atau guyon bersama teman-temannya. Sehingga ia mendapatkan konsep yang lucu. Namun sebelumnya ia harus mengaplikasikan objek lukisannya lewat foto, setelah itu ia proses di atas kanvas.

Tokoh Inspiratif

Antoe mengasah kemampuan lukisnya secara otodidak, menonjolkan detail dalam karya seni realisnya. Sehingga, Antoe bersama Chairul S Sabaruddin asal Bantaran, adalah dua pelukis asli Malang, yang mengusung gaya realis hingga ke level internasional. Antoe, disebut sebagai pelukis hyper realis karena ketelitiannya menonjolkan detail gambar. Dia merasa senang bisa menampilkan gambar secara detail layaknya foto.

Menurutnya ia mengagumi teknik hyper realis karena kemampuannya yang apa adanya. Ia menyampaikan sebuah ide secara lugas. Sehingga tidak ada makna simbolis yang di munculkan. Ketika ia melukis wajah manusia, itu merupakan sebuah objek asli. Realis, menurut Antoe seperti dasar dari karya seni lukis. Seperti halnya pelukis Salvador Dali, sebelum ke surrealis, dia matang di realis.

Antoe sendiri, mengaku mengagumi beberapa pelukis realis yang mempengaruhi perspektif seninya. Selain Salvador Dali, Antoe menyukai karya seniman post renaissance, Rembrandt. Dia juga mengapresiasi karya dari pelukis Raden Saleh, Ivan Sagito, Melodia, Wayan Cahya hingga Iwan Yusuf. Namun, secara pribadi Antoe banyak dipengaruhi oleh karya dari Koeboe Sarawan, seniman lukis realis asal Ngaglik Kota Batu.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://www.blouinartinfo.com http://www.blouinartinfo.com/artist/1465627/artwork/1466032 https://www.malang-post.com/features/mengintip-antoe-budiono-pelukis-asli-malang-tembus-level-internasional
Comments
Loading...