Lukisan “Tubuhku Adalah Bagian dari Tubuhmu” (J. Ariadhitya Pramuhendra)

Makna religius sebuah lukisan

Tubuhku adalah bagiar dari TubuhMu-J.A Pramuhendra
0 134.764

Lukisan Tubuhku Adalah Bagian dari Tubuhmu merupakan salah satu karya pelukis J. Ariadhitya Pramuhendra. Ia seringkali mengangkat isu religius dalam dirinya, dan bahkan menyosokan dirinya sebagai icon religius suatu agama, tentunya agama yang dianutnya.

  • Pelukis : J. Ariadhitya Pramuhendra
  • Judul : “Tubuhku Adalah Bagian dari Tubuhmu”
  • Tahun : 2007
  • Media : Charcoal On Canvas
  • Ukuran : 200 cm x 145 cm
Deskripsi Lukisan Tubuhku Adalah Bagian dari Tubuhmu

Tema lukisan Pramuhendra dilihat dari beberapa kemungkinan, yakni;

  • Perjalanan religiusitas artinya pelukis mau melihat religiositas dunia seperti apa dunia itu dalam pandangannya.
  • Perjalanan iman; Lukisan sebagai media perjalanan iman pribadi sebagai seorang Kristiani. Pengalaman pertobatan, pengalaman dengan realitas Ilahi yang diyakini dan diamini. Pengalaman iman dengan pasang surut kepercayaan (degradasi iman, konsolasi, desolasi, keterpurukan, kebersyukuran, kekosongan). Bahkan kekosongan yang mencoba dimaknai lebih.
  • Perjalanan estetis; Pelukis mengalami perkembangan iman yang dimaknai lewat peziarahan estetis seni. Saat ini adalah seni lukis. Lukisan bukan sekedar masalah yang dikuliti dari sisi seni melulu tapi sebagai sebuah perjalanan makna dalam kontemplasi (permenungan dalam pencitraan yang menggunakan imajinasi dan imaji sebagai sarananya).
Makna Simbolik

Pramuhendra menyimbolisasikan dirinya sebagai Yesus yang tak lain ialah icon keagungan dalam agamanya. Keberaniannya  tak lepas dari pencarian, pendekatan dan pemahaman spiritualitasnya, bahwa seperti disinggung diawal pembahasan bahwa dia percaya Tuhan ada  didalam dirinya, dan pada karyanya lah dia menyosokinya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Lukisan Indonesia Mengkaji karya J. Ariadhitya Pramuhendra “Tubuhku Adalah Bagian Dari Tubuhmu” dengan teori semiotka pragmatik
Comments
Loading...