Nasjah Djamin

Pelukis Indonesia yang berkarir mulai dari jualan telur

Nasjah Djamin
0 2.499

Nasjah Djamin adalah seorang pengarang sastra Indonesia modern dan seorang pelukis . Ia lahir tanggal 24 September 1924 di Perbaungan, Sumatera Utara. Ia mempunyai nama asli Noeralamsyah.

Perjalanan Karier
  • Masa kecilnya dihabiskan di area perkebunan tembakau yang jauh dari kota.
  • Bekerja menjual telur, menimbun lapangan udara Polonia, menjadi pegawai kebudayaan, terjun di dunia revolusi.
  • Bekerja di Bunka Ka (kantor propaganda Jepang) sebagai tukang gambar, pelukis poster, dan pembuat Kami-sibai (gambar bercerita) atau komik.
  • Sastrawan periode 1953-1961.
  • Berpendidikan SD, SMP (tidak tamat).
  • Seni lukis di Sanggar Seniman Indonesia Muda Yogyakarta (di bawah asuhan S. Sudjojono, Affandi, dan Soedarsono; 1947-1948),
  • Memperdalam pengetahuan mengenai art & setting untuk pentas, film dan televisi di Tokyo, Jepang (1960-1963).
  • lkut mendirikan Angkatan Seni Rupa Indonesia (Medan, 1945).
  • Gabungan Pelukis Indonesia (Jakarta, 1948).
  • Teater Indonesia.
  • Pernah menjadi redaktur majalah Budaya di Yogya (1995-1962),
  • Dari tahun 1952 hingga 1980 bekerja di Bagian Kesenian Departemen P & K Yogyakarta.
Penghargaan
  • Dramanya, Sekelumit Nyanyian Sunda (1958), mendapat Hadiah Ketiga Sayembara Penulisan Drama Bagian Kesenian Departemen P & K 1958.
  • Hadiah Sastra Nasional BMKN 1957/1958.
  • Novelnya, Bukit Harapan (1984), hadiah Sayembara Penulisan Roman DKJ 1980.
  • Novelnya, Ombak Parangtritis (nr, 1983) meraih hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P & K 1983.
Karyanya yang lain

Si Pai Bengal (ca, 1952), Hang Tuah (ca, 1952), Titik- Titik Hitam (d, 1956), Sekelumit Nyanyian Sunda (kc, 1962), Hilanglah si Anak Hilang (n, 1963); juga terbit dalam bahasa Perancis), Sekelumit Nyanyian Sunda (kd, 1964), Helai-Helai Sakura Gugur (n, 1964), Di Bawah Kaki Pak Dirman (kc, 1967), Malam Kuala Lumpur (n, 1968), Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (n, 1968), Sebuah Perkawinan ( kc, 1974), Yang Ketemu Jalan (n, 1981), Dan Senja pun Turun (n, 1982), Han’-han’ Akhir si Penyair (c, 1982), Tresna Atas Tresna (n, 1983), Bukit Harapan (n, 1984), Tiga Puntung Rokok (n, 1985), Ombak dan Pasir (n, 1988), dan Ibu (n, 1988). Tahun 1970 ia menerima Anugerah Seni dari Pemerintah RI.

Karya Lukisan
  • Lestari Fardani (1958) dikoleksi Presiden Sukarno pada 1960
  • Lukisan bertema panorama taman bertajuk Rimbun (1953) pernah dipamerkan pada Biennale Sao Paulo, Brasil, tahun 1957
  • Potret Diri (1948)
  • Potret Diri dengan Pullover
  • Hang Tuah (1949)
  • Beban Bakul
  • Joglo
  • Dll

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Pellukis Indonesia Nassjah Djamin
Comments
Loading...