Oesman Effendi

Pelukis Indonesia dengan karya abstrak konstruktif

Oesman Effendi
0 2.519

Oesman Effendi (lahir di Padang, Sumatera Barat, 28 Desember 1919 – meninggal di Jakarta, 28 Maret 1985 pada umur 65 tahun) adalah seorang pelukis Indonesia. Ia banyak menghasilkan karya-karya abstrak konstruktif dengan guratan garis lengkung dan berwarna cerah. Dikalangan seniman ia lebih akrab dipanggil OE.

Pendidikan dan Karier
  • Oesman tidak pernah menjalani pelatihan seni formal, tetapi pernah memenangkan lomba ex libris untuk Bataviasche Kuntskring tahun 1938.
  • Pada tahun 1947 ia mendalami seni lukis sebagai anggota kelompok SIM (Seniman Indonesia Moeda), mula-mula di Solo, kemudian pindah ke Yogyakarta dan kembali ke Jakarta pada tahun 1949.
  • Di Jakarta ia menjadi anggota GPI (Gabungan Pelukis Indonesia) tahun 1949-1951.
  • Ia dikirim ke Belanda oleh Bank Indonesia pada tahun 1951 untuk membuat disain uang kertas.
Pameran dan Penghargaan
  • Oesman Effendi mengambil bagian dalam pameran-pameran seni lukis Jakarta pada tahun 1960 dan 1962.
  • Memenangkan penghargaan di Pameran Besar Lukisan Indonesia II pada tahun 1976.
  • Tahun sebelumnya, 1974, ia menerima diploma dalam seni grafis dari Academie Della Arte del Disegno di Firenze, Italia.
  • Oesman adalah anggota DKJ (Dewan Kesenian Jakarta) dan seorang dosen seni di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ). Ia sering menulis untuk majalah dan surat kabar.
Karya Lukisan
  • Museum Jakarta
  • Mesjid
  • Kutub Selatan
  • Alam Perahu
  • Komposisi
  • Kisah Kembang Pucuk
  • Toba
  • The Compotition
  • Matahari
  • Agam
  • Tangkai
  • Dll

Oesman Effendi meninggal di Jakarta pada tahun 1985. Sejak tahun 1950-an Oesman mulai dikenal sebagai perintis gaya abstrak bersama pelukis-pelukis lainnya seperti: Zaini, Nashar dan Rusli. Mereka  mengungkapkan dunia, obyek-obyek, tema-tema dalam irama ungkapan yang geometris, meditatif, puitis, dramatis bahkan magis.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Lukisan Indonesia Oesman Effendi
Comments
Loading...