Pelukis Salim

Seniman lukis yang besar di Paris

Salim
0 3.126

Salim (lahir di Manado, Sulawesi utara, Indonesia, 3 September 1908 – meninggal di Paris, Prancis, 13 Oktober 2008 pada umur 100 tahun) adalah seorang pelukis Indonesia yang lama menetap di Prancis. Ia merupakan pelukis seangkatan Affandi.

Lukisan Karya Salim
Pendidikan dan Karier
  • Setelah tamat SMA, pada umur 20 tahun, beliau berangkat ke Paris untuk belajar melukis di Académie de La Grande Chaumière.
  • Tahun berikutnya, tahun 1929, ia meneruskan pendidikannya ke Académie Fernand Leger.
  • Tahun 1929, sewaktu di Amsterdam, Belanda, Ia berkenalan dengan Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir.
  • Tahun 1931, ia pulang ke Indonesia sebagai pengasuh anak keluarga Djoehana Wiradikarta, kakak ipar Syahrir.
  • Di Hindia Belanda, ia bekerja pada perusahaan Java Neon Company di Batavia sambil mengurusi Partai Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru) pimpinan Hatta dan Syahrir.
  • Tahun 1935 ia pindah ke Prancis dan menekuni dunia lukis sampai akhir hayatnya.
  • Usai Perang Dunia II, ia sempat tinggal di Sète. Di kota itu, Salim menggelar pameran pertamanya.
  • Tahun 1949, ia juga pernah mengadakan pameran tunggal di Amsterdam yang dihadiri oleh delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) yang diadakan di Den Haag dan mendapat banyak pujian.
  • Di Indonesia, pamerannya pertama kali diselenggarakan tahun 1956 di Jakarta dan Bandung.
  • Pameran lainnya diselenggarakan pada tahun 1974 (Jakarta-Bandung), 1990 (Jakarta), dan 2001 (Bali).
  • Selain di Indonesia, Perancis, atau Belanda, Salim juga pernah menggelar pameran di Swiss dan Jepang.

Pernah ada masanya lukisan-lukisannya merupakan komposisi warna-warna cerah yang membentuk sesuatu citra, seperti yang tampak dalam karya-karya plakat yang dipamerkannya di Balai Budaya tahun 1956.

  • “Nyanyian Alam” (1957, koleksi PDS H.B. Jassin)
  • “Pemandangan yang Terkenang” (1957, koleksi Toeti Heraty/Galeri Cemara).
  • Namun, pernah pula lukisan-lukisannya merupakan komposisi garis-garis meninggi dengan sayatan ke samping yang memberikan bentuk seperti pada “Telaga” (sekitar 1970, koleksi pribadi.
  • “Catalugna” (1977, koleksi Toeti Heraty/Galeri Cemara).
  • Pernah juga tampak lebih realistis terutama ketika melukis gadis-gadis Sete.
Source Informasi Lukisan Indonesia Salim (Pelukis)
Comments
Loading...