Raden Saleh

Tokoh penting Mooi Indie

Raden Saleh
0 2.704

Raden Saleh – Info yang didapatkan memang tidak merujuk bahwa Saleh ialah seniman Mooi Indie secara utuh. Namun tak dapat dipungkiri Beliau adalah salah satu pelopor Mooi Indie/seni rupa modern Indonesia. Berawal dari ketertarikannya menggambar yang dibimbing oleh A. A. J. Payen membuat citra Mooi Indie harus ia terima walaupun studinya keluar negri mengubah penggayaan dan estetika-nya.

Raden Saleh

Raden Saleh Sjarif Boestaman (Semarang, 1807 – Buitenzorg (sekarang Bogor), 23 April 1880) tercatat sebagai salah seorang pelukis paling terkenal dari Indonesia. Kiprahnya di dunia Seni Rupa berawal Sejak usia 10 tahun, ia diserahkan pamannya, Bupati Semarang, kepada orang-orang Belanda atasannya di Batavia. Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di sekolah rakyat (Volks-School).

Keramahannya bergaul memudahkannya masuk ke lingkungan orang Belanda dan lembaga-lembaga elite Hindia-Belanda. Seorang kenalannya, Prof. Caspar Reinwardt, pendiri Kebun Raya Bogor sekaligus Direktur Pertanian, Kesenian, dan Ilmu Pengetahuan untuk Jawa dan pulau sekitarnya, menilainya pantas mendapat ikatan dinas di departemennya. Kebetulan di instansi itu ada pelukis keturunan Belgia, A. A. J. Payen yang didatangkan dari Belanda untuk membuat lukisan pemandangan di Pulau Jawa untuk hiasan kantor Departemen van Kolonieen di Belanda. Payen tertarik pada bakat Saleh dan berinisiatif memberikan bimbingan.

Payen memang tidak menonjol di kalangan ahli seni lukis di Belanda, namun mantan mahaguru Akademi Senirupa di Doornik, Belanda, ini cukup membantu Saleh mendalami seni lukis Barat dan belajar teknik pembuatannya, misalnya melukis dengan cat minyak. Payen juga mengajak Saleh dalam perjalanan dinas keliling Jawa mencari model pemandangan untuk lukisan. Ia pun menugaskan Raden Saleh menggambar tipe-tipe orang Indonesia di daerah yang disinggahi.

Terkesan dengan bakat luar biasa anak didiknya, Payen mengusulkan agar Raden Saleh bisa belajar ke Belanda. Usul ini didukung oleh Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen yang memerintah waktu itu (1819–1826), setelah ia melihat karya Raden Saleh.

Raden Saleh Belajar ke Belanda

Tahun 1829, nyaris bersamaan dengan berakhirnya perlawanan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal Hendrik Merkus de Kock, Capellen membiayai Saleh belajar ke Belanda. Namun, keberangkatannya itu menyandang misi lain. Dalam surat seorang pejabat tinggi Belanda untuk Departemen van Kolonieen tertulis, selama perjalanan ke Belanda Raden Saleh bertugas mengajari Inspektur Keuangan Belanda de Linge tentang adat-istiadat dan kebiasaan orang Jawa, Bahasa Jawa, dan Bahasa Melayu. Ini menunjukkan kecakapan lain Raden Saleh.

Seperti yang dibahas sebelumnya Payen diberi kesempatan untuk bersekolah diluar negri dan oleh karena itu seleah berpulangnya dari studinya tersebut Raden Saleh membawa paham-paham estetika barat yang berkembang pada masa itu. Yakni Romantisme

Sepulangnya dari studi panjangnya Tak banyak catatan seni yang dia gores. Ia dipercaya menjadi konservator pada “Lembaga Kumpulan Koleksi Benda-benda Seni”. Beberapa lukisan potret keluarga keraton dan pemandangan menunjukkan ia tetap berkarya.

Karya yang paling menunjukan “kemolekannya” salah satunya ialah “Javanese Landscape, with Tigers Listening to the Sound of a Traveling Group”.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://mardiyyan.wordpress.com https://en.m.wikipedia.org/wiki/Raden_Saleh https://mardiyyan.wordpress.com/2013/03/27/mooi-indie-sebuah-jejak-kemolekan-modernisme-indonesia/
Comments
Loading...