0 2.530

Rudi Isbandi, Lahir di Yogyakarta, 2 Januari 1937, Pelukis yang gemar memakai topi dan senang jalan kaki ke mana saja sampai capek. Dalam berkarya ia mempunyai konsep untuk terus melakukan penjelajahan kreatif secara konsisten dalam dimensi intuitif baik dua dimensi, tiga dimensi maupun instalasi. Ia cenderung menghindar dari kekenesan wujud bentuk visual yang justru dapat menyederhanakan bentuk itu sendiri dalam penampilannya yang bersahaja, dan terlihat spontan.

Perjalanan Karier Rusi Isbandi

  • Belajar melukis kepada Affandi dan Hendra Gunawan di Sanggar Pelukis Rakyat pada tahun 1950-an.
  • Pada tahun 1991 mendirikan Museum RUDI ISBANDI, museum seni rupa pribadi pertama di Surabaya yang didirikan di sebuah jalan kecil, tepatnya di Jalan Karang Wismo 1/10, Kelurahan Erlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.
  • Tercatat Museum RUDI ISBANDI memiliki lebih dari 150 karya seni rupa yang menjadi basis koleksi.
  • Selama lebih 30 tahun mulai tahun 1967, Rudi menekuni abstrak nonfiguratif hingga gaya tersebut begitu melekat pada dirinya.
  • Namun sejak tahun 2000, ia beralih menekuni mix media dengan memanfaatkan apa saja yang ada di sekitarnya. Mulai dari guntingan koran, kaleng bekas, cermin, mur, baut, hingga onderdil sepeda dan jerohan radio-tape.
  • Terhitung sekitar 2.000 lebih karya seni rupa dalam berbagai gaya dan aliran telah diciptakan Rudi semasa hidupnya.
  • Rudi juga dikenal sebagai kritikus seni rupa dan penulis sajak.
  • Ia pernah dipercaya menjadi pengurus Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pada periode 1974–1983.
  • Dikukuhkan Dewan Kesenian Jakarta sebagai Maestro Lukisan Kontemporer (2006).

Pameran

Berbagai pameran baik bersama maupun tunggal di berbagai daerah telah dilakoni Rudi.

  • Beberapa diantaranya adalah Pameran Senilukis Indonesia di Jakarta (1974);
  • Pameran Besar Seni Lukis Indonesia II di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta (1976);
  • Pameran Besar Seni Lukis Indonesia III di TIM, Jakarta (1978); Pameran Biennale ~ V di TIM, Jakarta (1982); dan
  • Gelar Akbar Seni Lukis Jatim (1990). Dalam beragam pamerannya, Rudi menampilkan karya dengan gaya yang berkembang.

Ia memang sosok yang tidak pernah menolak perubahan, sehingga banyak gaya dan aliran dijajalnya. Mulai naturalis, realis, ekspresif, kubisme, dan instalasi.

Penghargaan

Rudi menerima berbagai penghargaan dari tokoh berpengaruh, seperti Presiden RI Soeharto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Jatim, Menteri Luar Negeri RI, Pemerintah Mesir, dan Presiden Megawati.

Karya Lukisan

Akhir Hayat

Rudi sungguh sangat jatuh cinta dengan seni. “Seni itu ibarat sebuah pohon. Pasti mengenal kapan saat tumbuh, kapan berdaun, berbunga, dan berbuah untuk kemudian mati karena ditelan usia,” ucapnya. Inilah saat bagi Rudi mengakhiri pohon keseniannya. Ia dikabarkan telah tutup usia pada Minggu dini hari, 18 September 2016. Selamat jalan Rudi Isbandi. Nama besarmu selalu tercatat dalam sejarah seni rupa Indonesia.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Pelukis Indonesia Rudi Isbandi, Mestro Seni Rupa Kontemporer, Lelang Museum setelah Ditinggal Istri, Ikhlas Lepas Museum Seikhlas Lepas Kekasih Pergi
Comments
Loading...