0 2.777

Rusli (lahir di Medan, Desember 1912 – meninggal di Jakarta, 11 Mei 2005 pada umur 93 tahun) adalah seorang pelukis Indonesia. Ia merupakan pelukis senior yang sejajar dan seangkatan dengan pelukis Affandi, Sudjojono dan Hendra Gunawan. Rusli juga dikenal sebagai tokoh pembaharu seni lukis Indonesia. Di samping juga konsistensinya untuk mempertahankan prinsip-prinsip dalam berkesenian, yakni kesederhanaan, baik dalam lukisan maupun dirinya. Ia adalah seorang putra dari keluarga krani sebuah perkebunan tembakau di Padangbulan, Medan, Sumatera Utara.

Pendidikan dan Karir

Ketika anak-anak dia menempuh pendidikan HIS (SD) di Medan

Kemudian melanjutkan ke tingkat MULO (SMP) di Yogyakarta.

Pada mulanya dia ingin mempelajari ilmu ketabiban, namun pilihan akhir jatuh pada alam pikiran Rabindranath Tagore, seorang tokoh besar dibidang kebudayaan dan filsafat dari India. Untuk itu, dia kemudian menempuh pendidikan Kala Bhawana Art Department Shantiniketan University of Rabindranath Tagore’. Disana dia menghabiskan waktu sekitar 5-6 tahun menekuni bidang seni lukis murni, seni patung mural/relief, terakota, arsitektur dan filsafat kesenian timur mashab shantineketan.

Sekembalinya dari India, dia langsung memasuki kancah revolusi fisik kehidupan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Selanjutnya sekitar tahun 1945-1949 menjadi guru pada Perguruan Taman Siswa Pusat di Yogyakarta, disamping mengepalai bagian kesenian pada Pendidikan Tentara Kemerdekaan Pertahanan Republik Indonesia.

Kegiatan lainnya menjadi ketua Seniman Indonesia Muda (SIM) Yogyakarta, sebelum itu menjadi ketua Seniman Masyarakat dikota yang sama. Memasuki tahun 1951, dia menjadi dosen pada Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta yang sekarang menjadi Institut Seni Indonesia (ISI). Menjelang didirikannya organisasi Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) sekitar tahun 1938, dia menjadi satu-satunya yang menolak untuk bergabung karena kesadarannya bukan selaku ahli gambar tetapi selaku pelukis.

Karena prestasinya, pada tahun 1953-1956, dia mendapat kesempatan melawat keberbagai negara di Eropa Barat termasuk negeri Belanda atas undangan Sticusa sebuah lembaga kebudayaan Belanda di Indonesia yang kini disebut sebagai Erasmus Huis.

Selanjutnya pada tahun 1960, dia dipercaya menjadi wakil ketua International of Plastic Art UNESCO (IAPA) di Indonesia. Kemudian pada tahun 1970, dia terpilih menjadi anggota seumur hidup Akademi Jakarta yang mengemban tugas selaku penasehat Gubernur DKI Jakarta dibidang kesenian atau kebudayaan. Bila karya-karya Rusli diamati secara seksama, dia adalah seorang pelukis esensi yang sangat konsekuen serta selektif dalam penggunaan unsur-unsur seni lukisnya termasuk pembubuhan nama, tanggal, bulan, tahun dan cap jempol tangan kanannya yang selalu mengakhiri pada setiap lukisan yang dibuatnya.

Karya Lukisan

  • Tanah Lot
  • Anak
  • Pelabuhan Semarang
  • Pemandangan Lembah
  • Kapal
  • Rumah Rakitan di Sungai Lais
  • Desa Bali di Tengah Kehijauan
  • Pohon-pohon
  • Celuk Bali
  • Temple Festival in Bali
  • Pantai
  • Perahu-perahu
  • Gunung
  • Odalan
  • The Boats
  • Pelabuhan
  • Mask
  • Bunga
  • Dll

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Pelukis Indonesia Rusli
Comments
Loading...