S. Teddy Darmawan

Jiwa seorang pelukis

S. Teddy Darmawan
0 3.247

S. Teddy Darmawan lahir pada 25 Agustus 1970 di Padang, Sumatera Barat, dan meninggal dunia pada 27 Mei 2016. Pada tahun 1992.

Pendidikan dan Karier
  • Teddy menyelesaikan pendidikannya di SMSR Surakarta.
  • Tahun 1997, Teddy menyelesaikan pendidikannya di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.
  • Teddy kemudian mengikuti residensi di Ludwig Art Forum, Achen, Jerman (2000) dan di Australian National University, Canberra, Australia (2011).
  • Karya Teddy dikenal memiliki bentuk-bentuk populer yang sarat humor dan sarkasme yang halus.
  • Karya Teddy pertama kali dipamerkan dalam pameran bersama di tahun 1992, berjudul “Sapu Lidi” di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta.
  • Di tahun berikutnya, Teddy pertama kali melakukan art-performance bersama Yustoni Volunteero pada “Street Art on Human Rights Day – 10 December” di Jalan Malioboro, Yogyakarta.
  • Di tahun 1996, Teddy menggelar pameran tunggal untuk pertama kalinya di Cemeti Contemporary Art Gallery, Yogyakarta.
  • Karya Teddy pertama kali dipamerkan di luar negeri pada tahun 2000, yaitu dalam “AWAS! Recent Art from Indonesia” yang diselenggarakan di Australia, Jepang, dan Belanda.
  • Salah satu karya Teddy yang dianggap monumental adalah “The Temple (Love Tank)” yang  dipamerkan di Singapore Art Museum (2010).
Penghargaan
  • “The Best Five Finalist Philip Moris Indonesian Art Awards” (2000) dan “Twelve Choise Lucky Strike Young Talented, Sculpture Artist (2001).
Pameran
  • Pameran bersama berjudul “Padi Menguning” di Syang Art Space Magelang, Jawa Tengah (2016), memamerkan salah satu lukisan terakhir Teddy yang berjudul “Sudah Lama Aku Berteman dengan Buddha”.
  • Karya tersebut berupa lukisan akrilik pada kanvas berukuran 137×137 sentimeter, menggambarkan Siddharta Gautama yang sedang merangkul Teddy.
  • Pameran Karya berupa potret diri hasil kolaborasi Teddy dengan seniman yang dekat dengannya.
Karya Lukisan
    • Meja Karya Seni
    • Dilarang Membuat Rasa Takut
    • Pistol Become Bananas
    • The Head Old And The Sea
    • Babi
    • Heads Series
    • Headache In The Old House
    • The Young Guru
    • Idol
    • Self Potrait
    • Menandai Batu-batu
    • Viva la Muerte
    • Halaman Buku
    • Nginduk
    • Dll

Menurut A. Anzieb (kurator), Teddy menganggap karya berupa potret diri dengan seniman lain tersebut akan menjadi karyanya yang fenomenal.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Lukisan Indonesia Teddy Darmawan, Seniman Yang Total
Comments
Loading...