Pelukis Semsar Siahaan

Pelukis yang biasa menggambarkan penjungkirbalikan fakta

Semsar Siahaan
0 3.088

Semsar Siahaan (Medan, 11 Juni 1952 – Tabanan, 23 Februari 2005) merupakan seorang perupa dan pelukis berkebangsaan Indonesia. Dia terakhir kali menggelar pameran tunggal di Galeri Nasional pada tahun 2004.

Sejumlah lukisan anak kedua dari enam bersaudara, ini bertema keseharian yang kritis merekam kebobrokan moral masyarakat. Salah satu lukisannya yang pernah dipamerkan di Galeri Nasional berjudul Pizza. Lukisan berbentuk piza yang di dalamnya ada potongan-potongan segitiga seperti piza, cukup menggambarkan berbagai fenomena kehidupan saat ini. Di antaranya, penggambaran tentang penjungkirbalikan fakta yang sering terjadi.

Pendidikan dan Karier
  • Pada usia 9 tahun, ia belajar melukis di bawah bimbingan gurunya di SD France Freshern di Beograd, Yugoslavia.
  • Pada tahun 1977-1981, Semsar mempelajari seni patung di FSRD ITB, namun tidak sampai selesai karena diberhentikan setelah ia melakukan aksi membakar patung karya dosennya, Soenaryo, yang berjudul ‘Irian Dalam Torso’, karena dianggapnya sebagai seni kemasan yang mengeksploitasi orang Papua.
  • Ia kuliah di San Francisco Art Institute (SFAI), San Fransisco, Amerika Serikat, dibawah bimbingan pelukis Amerika Bruce Mc Gaw dan Ursula Schenider (selesai tahun 1984).
  • Dia kenal sebagai salah seorang pendiri Serikat Buruh Merdeka dan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) yang didirikannya bersama dengan para aktivis pers lainnya di Indonesia.
Kegiatan
  • Tercatat sejak tahun 1979, Semsar telah mengikuti sebanyak 12 kali pameran bersama dan pameran tunggal di Bandung, Jakarta dan Australia. Pamerannya meliputi karya patung, lukisan dan seni rupa pertunjukan.
  • Tahun 1991, ia memberi ceramah keliling di Sydney, Melbourne, Wollongong, Canberra, Hobart dan Adelaide.
  • Selain itu, ia juga di undang sebagai perupa tamu di University of New South Wales, Australia.
Karya Lukisan
  • Penggalian Kembali
  • Tiket Searah Menuju Bencana
  • G-8 Pizza
  • Potret Seorang Seniman
  • Tuntutan II
  • Diantara Pabrik dan Penjara

Aktivisme Semsar sangat kuat dalam menentang pemerintahan Orde Baru pada masa itu. Selain membakar karyanya sendiri, Semsar juga  dikenal melakukan aksi yang tergolong nekat yaitu memanjat kubah planetarium malam menjelang pagi untuk memasang spanduk ‘Manifesto politik berkeseniannya’, tanpa seizin pihak terkait, ia juga melukis mural anti-Soeharto dan anti-militerisme di tembok luar Teater Arena TIM. Pada Bienalle Seni Rupa Jakarta IX, ia juga menggelar pameran seni instalasi dengan menggali halaman belakang TIM menjadi liang kubur dan mengisinya dengan patung-patung mayat dan setelah itu membakar karya-karya tersebut.

Semsar meninggal di Tabanan, Bali, pada tanggal 23 Februari 2005.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Lukisan Indonesia Semsar Siahaan
Comments
Loading...