Sri Warso Wahono

Pelukis Indonesia yang mulai melukis dari usia 14 tahun

0 2.496

Sri Warso Wahono adalah seorang pelukis yang memulai melukis sejak usia 14 tahun (1962), lahir di Solo/Surakarta, Jawa Tengah, 17 Juni 1948. Dibesarkan di lingkungan kerabat Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat. Ia bukan saja memiliki bakat melukis, namun juga kemampuan dibidang sastra, penulis kritik seni rupa, fotografi, kepariwisataan dan organisasi.

Pendidikan dan Karier
  • Menempuh pendidikan di IKIP Surakarta untuk jurusan seni rupa.
  • Mulai aktif melukis sejak tahun 1962.
  • Dia banyak melatih diri dengan mengerjakan karya-karya hitam putih serta sketsa pada awal-awal kariernya,
  • Menjadi pembicara dan diskusi seni rupa di berbagai kota Solo, Jakarta, Medan oleh berbagai lembaga kesenian maupun kelompok seniman setempat dalam upaya memperluas apresiasi masyarakat.
  • Tahun 1972 dia bersama dengan seniman-seniman Solo ikut mendirikan Dewan Kesenian Surakarta  dan duduk dalam komite seni rupa.
  • Tahun 1974 sampai dengan tahun 1979, ia mengasuh workshop seni rupa di Pusat Kebudayaan Jawa Tengah di Sasonomulyo, Surakarta.
  • Dia pernah menjadi guru kesenian dibeberapa SMP-SMA swasta baik di Solo tahun 1974 sampai tahun 1976, maupun di Jakarta tahun 1977 sampai tahun 1982.
  • Menjabat sebagai konservator museum Sejarah DKI Jakarta tahun 1976.
  • Dewan Kesenian Jakarta masa bhakti 1985-1988 pada komite seni rupa.
  • Sekretaris I di Dewan Pekerja Harian DKJ.
  • Dipilih kembali pada masa bhakti tahun 1990-1993 untuk kedua kalinya.
  • Terpilih untuk ketiga kalinya sebagai anggota DKJ masa bhakti 1993-1995.
Pameran
  • Pameran bersama dengan pelukis rekan lainnya diberbagai kota se-antero Jawa Tengah.
  • Pameran tunggal pertama dan kedua dilakukan dikota kelahirannya, Solo tahun 1973-1975.
  • Pameran ketiga distudio Tiga T. milik pelukis Adi Munardi di Jakarta tahun 1987.
  • Pameran tunggal sejak tahun 1972.
  • Pada tahun 1974 ikut serta dalam pameran Biennale seni lukis Indonesia yang diprakasai oleh Dewan Kesenian Jakarta.
  • Diundang pada pameran Triennale I seni lukis Indonesia di Denpasar, Bali tahun 1983.
  • Selanjutnya sejak tahun 1987 hingga tahun 1991 sering diundang menyertai berbagai pameran baik kelompok maupun lembaga diberbagai tempat di Jakarta termasuk pameran seni rupa Kristiani (Pamesrani ‘91) yang diselenggarakan oleh Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) pada ulang tahunnya ke-43 di Jakarta.
  • Pada tahun 1991, berpameran di negara-negara anggota ASEAN,
  • selama tahun 1989 berturut-turut mendapat kesempatan melakukan orientasi seni rupa ke Biennale Internasional di Sao Paolo, Brazil,
  • Mengunjungi berbagai museum di Jerman Barat dan dilanjutkan ke Belanda.
  • Mengunjungi pameran lukisan karya-karya Vincent van Gogh di Amsterdam, Belanda, dengan sponsor Dewan Kesenian Jakarta, Yayasan Kesenian Jakarta dan Kementrian Luar Negeri Belanda.
Penghargaan

Melalui tulisan-tulisannya, Sri Warso Wahono pada tahun 1982 meraih predikat penulis terbaik Indonesia dibidang pariwisata, mendapat penghargaan dari Ikatan Arsitek Indonesia dan dari Lembaga Bantuan Hukum atas tulisan dan makalahnya yang bersifat kritik.

Karya Lukisan
  • Wanita Dalam Kamar
  • Ikan Dalam Batu
  • Rampogan
  • Pemandangan
  • Bebek Liar
  • Abstrak
  • Dll

Lukisannya dipamerkan di banyak tempat, baik di Indonesia maupun di Negara lain, semisal, Belgia, Belanda, Amerika Serikat, Mesir, Polandia dan Negara ASEAN.

Pembahasan dan penelaahan dalam tulisannya cenderung menempuh pendekatan persuasif, edukatif baik yang menyangkut keterampilan teknik maupun penjiwaan karya-karya yang diamati. Buah pikirannya sering dimuat di berbagai harian serta majalah penting seperti Kompas, Suara Pembaharuan, Merdeka, Suara Karya, Pelita, Intisari, Warnasari, Solidarity (Filipina), Horison, Ambassador, Media Indonesia serta TEMPO.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Pelukis Indonesia Nurani Sri Warso Wahono
Comments
Loading...