Teknik Tempera

Madonna and Child oleh Duccio, tempera and gold on wood, 1284, Siena.
0 3.547.425

Teknik Tempera merupakan teknik melukis dengan cara mencampurkan kuning telur ke dalam cat sebagai bahan perekat. Lukisan ini sebagian menggunakan kayu sebagai kanvasnya dan ada juga yang langsung melukiskan ke tembok.

Sejarah Teknik Tempera

Teknik seni ini dikenali dari dunia klasik, di mana teknik ini telah menggantikan teknik lukisan encaustik dan merupakan medium utama yang digunakan untuk lukisan panel dan manuskrip bergambar dalam dunia Byzantine dan zaman pertengahan dan awal kebangkitan Eropa. Lukisan tempera merupakan medium lukisan panel utama bagi hampir setiap pelukis semasa zaman kebangkitan Eropa. Teknik tempera sempat menunjukkan masa jayanya di eropa antara tahun 1200 hingga 1500an. Duccio dan Simone Martini adalah diantara seniman Italia yang terkenal dengan menggunakan teknik ini.

Penerapan Teknik Tempera

Cat tempera mengering dengan cepat. Hal ini biasanya diterapkan dalam lapisan tipis atau, semi-opak transparan. Tempera memungkinkan untuk presisi besar bila digunakan dengan teknik tradisional yang memerlukan penerapan berbagai sapuan kuas kecil yang diterapkan dalam teknik cross-penetasan. Setelah kering, menghasilkan tahap akhir yang halus. Karena tidak dapat diterapkan dalam lapisan setebal cat minyak, lukisan tempera jarang memiliki saturasi warna yang mendalam berbeda dengan lukisan minyak. Dalam hal ini warna lukisan tempera yang tak dipolitur menyerupai pastel, meskipun warna memperdalam jika pernis yang diterapkan. Di sisi lain, warna tempera tidak berubah dari waktu ke waktu, sedangkan cat minyak gelap, kuning, menjadi transparan dengan usia lukisan.

Beberapa Contoh Lukisan Teknik Tempera

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Lukisan Indonesia Tempera
Comments
Loading...